http://ift.tt/2fqQe7p - http://ift.tt/eA8V8J
TMCBlog.com – Sirkuit Jerez de La Frontera menjadi saksi bisu atas perbandingan kekuatan antara motor MotoGP dengan motor WSBK. Beberapa independent team MotoGP mengambil kesempatan untuk melakukan test berbagi track dengan mayoritas team kontestan World Superbike Championship (WSBK), baik itu team pabrikan ataupun team satellite. Mengambil beberapa opini dari para rider yang pernah mencicipi kedua jenis motor balap ini, tentunya juga berbeda pabrikan. Memang sudah gak asing lagi pembalap kedua kejuaraan tersebut saling tukar pinjam motor kalau pembalap MotoGP ada yang cidera seperti kasus Pedrosa dan Miller dengan Nicky Hayden kemarin ataupun berpindah kejuaraan semacam Stefan Bradl dan Eugene Laverty yang hijrah ke WSBK. Lantas, sejauh manakah perbedaan mesin prototype MotoGP dengan motor balap berbasis produksi missal WSBK?
Yaitu seorang jurnalis bernama Ken Brockman dari situs A&R mecoba mewawancarai beberapa dari pembalap yang pernah ikut balap WSBK dan juga mencicipi MotoGP. Pada test kali ini, Jonathan Rea dari KRT dengan Kawasaki ZX-10RR nya terpaut 0.1 detik dari Hector Barbera dengan Ducati Desmosedici GP16. Bisa kita lihat dari selisih waktunya yang sangat wajar terjadi di sebuah balapan, entah Kawasaki beserta Rea yang sangat luar biasa ataukah ini merupakan tanda-tanda bahwa motor balap berbasis motor produksi massal sudah sanggup meladeni motor prototype ya? Tidak dipungkiri pasti teknologi yang disematkan pada motor WSBK sudah canggih, dan bisa sobat sekalian liat sendiri bagaimana canggihnya motor-motor dari semua merk pada kelas Superbike 1000 cc yang dijual di pasaran. Tambah lagi untuk keperluan balap se-level WSBK sudah barang tentu adanya banyak perangkat penunjang kecepatan yang super canggih dan mahal serta dengan teknologi turunan dari prototype MotoGP nya.
Eugene Laverty yang tahun depan kembali balap di WSBK, mengungkapkan impresi-nya setelah kembali dengan Aprilia setelah menghabiskan 2 tahun balap MotoGP, “Cukup kaget karena riding position RSV4 sangat mirip dengan Aprilia RS-GP [yang sempat ia test di Valencia]. Saya berharap untuk bisa kembali ke ajang WSBK, tetapi motornya sangat mirip dengan MotoGP. Serupa dengan motor balap [MotoGP] bukan? Perbedaan terbesarnya selalu adalah pada ban dan juga tenaga mesin. Semua akan merasakan hal yang serupa denganku.” Bagi Laverty, motor WSBK lebih mudah dikendarai karena tenaga mesin tidak sebesar MotoGP. “Saya sempat ada bersama Jack Miller [di trek] dan kami cukup kuat pada sector pengereman ketimbang Jack. Ada beberapa area dimana kami memperoleh keuntungan di sector roda depan ketimbang mereka [MotoGP]. Jadi di bagian sana lah kami lebih baik. Pada area lainnya, dari pertengahan tikungan sampai kepada area keluar tikungan, MotoGP lebih baik dari kami. Namun sejujurnya saya terkejut saat mencoba mendekati motor MotoGP dengan motor WSBK saat awal memasuki tikungan.” Kata Laverty lanjut menjelaskan.
Selain Laverty, ada nama Alex Lowes dari PATA Yamaha Team yang pernah menggantikan Bradley Smith di team Tech3 Yamaha selama 2 seri balap di saat masa pemulihan cedera kaki. Alex lebih konsen kepada masalah ban yang jauh berbeda antara keduanya. Seperti yang kita semua sudah tahu bahwa Pirelli yang dipakai di WSBK adalah ban balap produksi missal. Jadi kalau kalian mau balap kelas 1000 cc, bisa tuh beli ban Pirelli Super Corsa WSBK di toko-toko (atau import khusus dari Eropa sana), sedangkan Michelin yang kini memasok ban untuk MotoGP adalah full prototype yang dibuat hanya selama balapan berlangsung tanpa diperjual-belikan. Alex Lowes menjelaskan; “Masalahnya ada pada temperature yang terlalu dingin untuk ban Michelin di sini. Pada suhu aspal dan udara yang rendah/dingin, ban kami [Pirelli WSBK] lebih baik dan seandainya jika mau memakai ban Michelin MotoGP di motor WSBK, akan mengakibatkan motor lebih lambat dari hari ini. Saya pernah balapan dengan motor MotoGP dan ketika ban sudah berada pada suhu optimal dan menyatu dengan termperatur aspal, maka akan jauh lebih cepat lagi ketimbang motor Superbike. Membandingkan kedua jenis motor ini adalah hal yang sia-sia pada sirkuit Jerez yang dalam kondisi temperature rendah. Kalian tidak bisa membuat perbandingan yang wajar kali ini.“
Juara WSBK dari team Kawasaki, Tom Sykes merasa lucu ketika ditanya soal perbandingan tersebut. “Selalu jadi hal yang menyenangkan bagiku ketika berbagi tempat dengan motor-motor MotoGP dan saya beritahu kepada kalian, suara dari motor MotoGP itu mengagumkan! Saat akan masuk ke tikungan pertama Jerez, MotoGP masuk dengan lebih baik dan mesinnya meraung dengan sangat indah ketika suara tenaganya turun saat gas ditutup [waktu motor deselerasi]. Saat melihat speed trap (sensor penangkap angka top speed) MotoGP punya beberapa kilometer per jam lebih banyak ketimbang Superbike, dan mereka semakin lama semakin kencang dan lebih kencang. Jonathan Rea adalah satu-satunya pembalap yang mampu mencetak waktu fantastis hari ini, namun saya piker level kemampuan membalap kami lebih tinggi daripada yang orang lain pikirkan tentang kami.” Sambung Sykes menjelaskan.
Artinya memang temperatur yang rendah selama test di sirkuit Jerez dan juga layout Jerez yang tidak memanjakan tenaga besar serta kecepatan di tikungan yang tinggi mejadi salah satu factor terbesar dalam memperpendek jarak atau selisih antara motor WSBK dengan motor MotoGP. Jika kondisinya ada di trek yang berbeda, missal di Aragon atau Austin CoTA mungkin ya sudah ditinggal sangat jauh ya si motor-motor WSBK. Yang pasti tidak terbantahkan, motor MotoGP adalah sebuah mahakarya yang hamper sempurna, karena dibuat benar-benar dari nol dengan tujuan murni untuk sekencang-kencangnya di trek balap. Keseimbangan yang hebat saat bermaneuver, sektor perngereman dengan material terbaik dan kemampuan mesin yang menghasilkan akselerasi dan top speed yang menakjubkan dan dirakit serta dikembangkan oleh orang-orang terbaik di bidang roda dua adalah alasan yang cukup kuat untuk menyebutnya sebagai mahakarya [lebay :D] dan membuatnya selalu unggul ketimbang motor modifikasi berat untuk balapan selevel WSBK sekalipun. Akan tetapi,, bagi saya tanpa meremehkan level pertarungan di kompetisi WSBK yang semakin lama semakin baik, Superbike merupakan sebuah hal lain yang juga menarik walaupun secara teknologi jauh lebih terbatas ketimbang MotoGP.
Nugie TMCBlog
Photo by: Tony Goldsmith, Twitter
Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui
- email : taufiknmotorcycle@yahoo.com
- instagram : tmcblog
- telegram chanel : tmcblog
- Facebook TMCBlog
- Twitter Resmi TMCBlog @motoupdate
- blog alternatif ; http://ringpiston.com
- Video Blog : kanal Youtube TMCBlog
- Android App : Google Play Store
- iOS App : App Store
EmoticonEmoticon