http://ift.tt/2fqMrqR - http://ift.tt/2fWwMT4
JAKARTA (DP) – Kabar duka baru saja menyelimuti dunia otomotif Indonesia. Pasalnya, hari ini, Selasa (8/11), pengamat industri otomotif senior Soehari Sargo meninggalkan kita semua selamanya dalam usia 82 tahun.
Berpulangnya tokoh senior otomotif kelahiran tahun 1934 itu langsung membuat kalangan otomotif kaget dan merasa sangat kehilangan.
Pada tahun 1955, Soehari Sargo mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Mesin. Gelar insinyur diraihnya pada tahun 1960.
Ia juga penah berjuang memproduksi alat-alat berat, seperti kendaraan pengeras jalan di sebuah perusahaan tempat ia bekerja. Beberapa tahun kemudian, Soehari ikut mendirikan Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan cukup lama menjadi staf pengajar di sana.
Soehari Sargo adalah sosok yang konsisten berkiprah di dunia otomotif, dengan harapan agar Indonesia bisa maju melampaui negara-negara yang sudah lama menjadi produsen otomotif.
Kematangan dan pengalamannya yang segudang di indusstri otomotif membuatnya selalu menjadi referensi kami dalam menelurkan sebuah berita. Terkadang tanpa sadar, dia bisa berjam-jam membicarakan otomotif kepada siapa pun.
Soehari memang dikenal sebagai sosok yang vokal menyoroti industri otomotif Tanah Air. Sosok yang sederhana menjadikannya disegani oleh para pelaku industri otomotif di Indonesia.
Ia juga merupakan salah satu pejuang kemerdekaan. Pada masa perjuangan melawan pemerintah Hindia Belanda, Soehari ikut memanggul senjata, bahkan rumah orangtuanya di Kediri (Jawa Timur) merupakan markas Laskar Rakyat.
Selamat Jalan Soehari Sargo, bapak otomotif Indonesia. Kami segenap karyawan Dapurpacu.com turut berduka yang sedalam-dalamnya atas kepergian bapak. [dp/Res]
EmoticonEmoticon